Jumat, 16 Oktober 2009

JFS SMP Nasima Kembali Juara

Tim Jurnalistik Fotografi Sinematografi (JFS) SMP Nasima Semarang tampil sebagai juara pertama Sayembara Membuat Film Anak Bertemakan Air, yang diselenggarakan oleh Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) Unika Soegijapranata. Karya film berjudul ”Dibuang Sayang” dari Tim JFS SMP Nasima menyingkirkan sembilan karya film lainnya dari tujuh sekolah finalis se-Kota Semarang.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Sabtu, (10/10), oleh Dr. Henry Bastaman, Deputi Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Lingkungan Hidup RI, di Objek Wisata Pemandian Senjoyo, Salatiga. Acara tersebut bersamaan dengan Festival Mata Air 2009 yang digagas oleh Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) bersama LSM dari dalam dan luar negeri. Tampil sebagai juara kedua dalam sayembara film tersebut adalah SMP Kebondalem Semarang, dan juara ketiga SMP Negeri 2 Semarang.

SMP Nasima Finalis KWN 2009

Setelah melewati serangkaian seleksi ketat tahapan penilaian, jalan cerita /storyline dari SMP Nasima Semarang yang berjudul "Berburu Suweg Raksasa dan Sampah Demi Sekolah" berhasil menjadi finalis (10 besar nasional) ajang Kid Witness News (KWN) Indonesia 2009. Kelompok dari SMP Nasima beranggotakan Talitha Helga, Hakel Kurniawan, Akhdan Rahmani, Dheabyanda, dan Maya Kamila Dibjana yang masing-masing masih duduk di kelas VII.
KWN Indonesia 2009 yang tahun ini bertema “Negeriku, Budayaku dan Lingkungan Hidup.” diikuti oleh lebih kurang 500 sekolah tingkat SD dan SMP dari seluruh Indonesia. 10 sekolah finalis nantinya adkan mengikuti workshop terlebih dahulu di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) 1-3 Oktober mendatang, dan selanjutnya akan saling bersaing untuk merebut posisi terhormat sebagai pemenang KWN Tingkat Nasional, yang kemudian akan menjadi wakil Panasonic Gobel Indonesia di KWN Regional di Singapura, serta KWN Global yang akan diselenggarakan di Jepang tahun depan.

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN LEWAT FILM

OLEH: TIM JURNALISTIK-FOTOGRAFI-SINEMATOGRAFI (JSF) SMP NASIMA SEMARANG

“Membuat film itu semudah kita membawa HP (hand phone) berkamera, kemudian kita menjepret atau memotret sesuatu” itulah kalimat pertama dari pemateri yang muncul dalam Workshop Pembuatan Film bagi anak SMP/ Sederajat yang dilaksanakan di Dreamlight Studio, Sabtu (08/08) di Ungaran.
Hanya saja, bedanya dengan foto, film supaya lebih hidup maka harus mempunyai cerita, sehingga orang yang menonton akan faham apa yang ditampilkan dalam sebuah film, begitu kata pemateri melanjutkan penjelasannya. Workshop pembuatan film untuk anak SMP/ Sederajat ini diselenggarakan oleh Dreamlight Studio bekerjasama dengan Program Magister Lingkungan dan Perkotaan Unika Soegijapranata Semarang.
Dari workshop ini, peserta workshop kemudian harus berkompetisi membuat fim dokumenter yang bertemakan tentang lingkungan, utamanya air. Untuk itu dalam materi pertama disajikan mengenai pentingnya air bagi kehidupan dan tantangan kelangkaan sumber air di masa yang akan datang.
Setelah diberikan materi tentang lingkungan dan air, peserta kemudian diberikan materi tentang proses pembuatan film mulai dari pra produksi, produksi, hingga editing. Selanjutnya, setelah makan siang acara dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan film dengan dibantu oleh kakak-kakak dari Dreamlight Studio.
Dalam praktik pembuatan film ini peserta dibebaskan untuk memilih tema film yang akan dibuat mengingat waktu yang diberikan cukup singkat, yaitu dua jam saja. Sehingga tidak aneh jika hasil film yang dibuat masih belum sempurna. Semisal kelompok dari SMP Al Azhar Semarang, mereka hanya menampilkan adegan peserta workshop yang sedang mengambil tas. Lain halnya dengan kelompok dari SMP Karangturi Semarang, mereka mengambil tema kekaguman seorang anak yang melihat air mancur di studio Dreamlight. Demikian juga dengan kelompok kami, kami mencoba mengambil tema penyelamatan lingkungan dan air yang cukup unik, yang kami beri judul “Demi Air Rela Putus!”. Film kami menceriterakan seorang cowok memutuskan pacarnya karena sang pacar memakai model pakaian yang dobel-dobel, sehingga pastinya akan boros air untuk mencucinya. Namun sayangnya kualitas suara dari film kami jelek, sehingga kaka-kakak dari Dreamlight akhirnya mengeditnya dengan memasukkan suara musik dalam film kami.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mencoba menyelamatkan lingkungan, utamanya air, melalui film yang dibuat oleh anak-anak, agar tercipta kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan utamanya kelestarian air. Maka dari itu, untuk menciptakan film yang bagus, maka diadakan kompetisi membuat film sebagai lanjutan dari kegiatan workshop ini dengan hadiah yang cukup menggiurkan, yaitu uang senilai dua juta rupiah bagi pemenang pertama.
Nah, asyik dan gampang sekali kawan membuat film, dan kita juga berpeluang mendapatkan hadiah jika film kita menang. Dan yang tak kalah pentingnya, lewat film kita dapat ikut andil dalam upaya penyelamatan lingkungan terutama air, yang semakin hari semakin susah kita dapatkan dan semakin turun kualitasnya.

Tim Jurnalistik-Fotografi-Sinematografi SMP Nasima
M Lutfi Fadli, Irfan Murtadho Yusuf, Deskania Anggia, Syifaa Grizilia, Tony Eka Putra.